Kubu Perahu dan Labuhan Jukung

nez018.jpg

Ga adil rasanya membicarakan Liwa tanpa menyebutkan eksotika keindahan alamnya.
Dalam hal ini, Liwa jelas-jelas mempesona.
Diapit oleh perbukitan, hutan perawan yang berkontur tajam, vegetasi yang -beda dengan hutan di Jawa yang batang pohonnya gemuk tinggi- berbatang pohon langsing, rendah, berlumut banyak perdu dan semak, dialiri sungai-sungai aliran dari laut Pesisir Barat, ditampung Danau Ranau..

Pantai-pantai pesisir barat terkenal dengan lekukannya yang indah, ombaknya yang tenang tapi bertenaga, cocok untuk surfing. Pasirnya putih berkilau karena koral tertimpa matahari, bersih, karena jarang terjamah. Airnya… airnya biru jernih bahkan dilihat dari dekat. Dekat dengan bibir pantai ada palung yang tidak terlalu dalam, hingga mirim kolam renang alami. Di Pantai Laut Selatan, misalnya Parangtritis, yang sama-sama berpalung tapi lebih dalam, yang membuat banyak orang terseret ombak, terjebak di palung, tidak bisa keluar, mayatnya tidak ditemukan, dan beredar mitos diculik Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Di Pantai Pesisir Barat, palung memanjang menyisir tepi pantai. Mungkin istilah palung kurang tepat, tapi Nez gunakan untuk menyebutkan cekungan dangkal memanjang, lebih lebar untuk disebut ceruk, tapi lebih memanjang juga untuk disebut palung. Yah.. lebih mirip kolam renang di tepi pantai lah..

Labuhan Jukung adalah nama salah satu pantai yang paling dekat dengan pusat kota Krui, yang Nez gambarkan. Padahal, padahal.. dengar-dengar, Labuhan Jukung bukan pantai yang terbaik disini…

Labuhan Jukung terletak di belakang Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Krui. Kantor ini, menurut Kepala CabJaRi-nya, telah berdiri sejak tahun 1960-an. Labuhan Jukung sebenarnya sudah diniatkan untuk dikomersilkan. Terlihat dari pagar rendah yang mengelilinginya, jalan masuk yang diapit gerbang tempat penjaga pantai dan pembelian karcis, saung-saung berlantai keramik, pasar dan tempat pembakaran ikan. Hanya saja, sekarang yang masih berfungsi hanya pasar dan tempat pembakaran ikan, bisa dimakan disitu atau dibawa pulang. Hanya saja, kabarnya jadi tempat nongkrong untuk ‘minum’ dan mesum. Saung-saungnya, yang setingkat lebih tinggi dari tepi pantai, dipisahkan oleh barikade rendah berbatu, masih bisa dipakai, hanya tak terurus. Gerbangnya kosong, tanpa penjaga atau pemungut karcis, sehingga masuk pantai pun gratis. Bila kebetulan hari libur, banayk anak setempat yang ebrenang di ‘kolam renang alami’ Labuhan Jukung. Bila sedang beruntung, tampak bule-bule asik mengamati pantai, bukan untuk berjemur, tapi menimbang apakah arus laut cukup besar untuk surfing. Terlihat dari tepi pantai ada pulau kecil di tengah laut.

nez036.jpgnez034.jpgnez028.jpg

Sebelum ke Labuhan Jukung, Nez dan tujuh squad Prodip KPPN Liwa mampir dulu ke sebuah resto ikan terkenal di jalan Liwa-Krui, namanya Kubu Perahu. Hidangan khasnya adalah ikan bakar. Sebagai fans berat seafood, Nez tentu girang mendapat kesempatan makan di Kubu Perahu yang terkenal ini. Kubu perahu terletak di samping jembatan yang menghubungkan dua sisi sungai besar di bawahnya. Kubu Perahu sendiri punya kolam pancing. Jendelanya besar, sehingga bila kita duduk tepat di samping jendela, kita bisa melihat kolam pancing, jembatan, sungai, juga hutan lebat sebagai latar belakangnya.. seperti menengok ke lukisan.. tapi yang ini, hidup. Ikan bakarnya lezat. Sayangnya, banyak durinya sehingga bikin tidak nyaman. Selain itu, pembakaranya lama, satu jam kami menunggu, hingga bosan. Untung kami terhibur oleh adanya televisi yang dihidupkan dengan genset, katanya, listrik belum masuk ke desa itu. Lagipula, waktu itu hari Sabtu, Liwa sedang wajib mati lampu..

 

Setelah kenyang di Kubu Perahu, kami melanjutkan perjalanan Liwa-Krui lagi. Mari mengingat kembali tentang perjalanan ke Krui. Krui ditempuh dengan jalan ke barat satu jam dari Liwa. Jalan dari Liwa ke Krui, seperti pernah Nez tulis sebelumnya, berkelok-kelok tajam, dengan kanan kiri hutan belantara, jurang berkabut yang eksotis. Namun ada pemandangan yang terlewat dari perjalanan Nez yang pertama ke Krui, yaitu air terjun, gua, dan Batu Menangis. Ketiganya adalah panorama alami yang bisa dilihat di tepi jalan.

Ada beberapa air terjun yang tergeletak begitu saja di tepi jalan. Di Jawa, bila ada air terjun seperti itu, biasanya langsung dipagari, dibikinkan gerbang, dipasangi preman, kalau mau lihat harus bayar. Tapi air terjun di jalan Liwa-Krui, yang ada beberapa, yang tinggi, besar, dan eksotis.. gratis.. tinggal turun dari motor/mobil saja, silakan foto-foto, mandi…

Guanya, karena terllihat dari tepi jalan, tentu saja gua horizontal. Tak banyak yang bisa Nez ceritakan tentang gua ini karena hanya melihat mulutnya saja. Mungkin suatu hari nanti Nez bisa ngajak Ucup-791, Udik-788, Tongky-811 atau anak-anak caving-nya STAPALA (Cavers) buat meng-explore gua ini…

Batu menangis adalah kumpulan batu yang terus-terusan mengucurkan air, mungkin ada mata air dibelakangnya, sehingga terlihat seperti menangis. Batu menangis ini bukan cuma satu batu, tapi beberapa batu. Uniknya lagi, batu ini miring mengarah ke tanah, jadi seolah-oleh seperti muka yang sedang menunduk. Eksotis…
Selain ketiga panorama itu, ada lagi dua jurang dalam, ditumbuhi hutan lebat, selalu ada asap kabut yang menggantung, seperti pada film-film yang menggambarkan negeri antah berantah.. seperti negeri khayangan dalam Kera Sakti, Monkey King: Journey to the West.. Seperti cerita Nez..

PS: Ngomongin tentang gua jadi inget beberapa minggu lalu di Gua Cikarai, Tajur Jawa Barat, pas lagi caving bareng anak-anak STAPALA. Dapet pengalaman mistis. Hiiy…
Rasanya seperti sudah lama sekali…
Rindunya terasa sekali…

About these ads

3 responses to “Kubu Perahu dan Labuhan Jukung”

  1. demazt says :

    mana fotonyaaaa….
    cerita mulu kurang asyik dong….
    piss…..

  2. demazt says :

    nah gitu dong ada pic nya…

    nice,,,kayak tembalang yah wehehehe

  3. nestina says :

    sori demz, juga bt smuanya..
    sbenernya poto2 dah dipersiapin, tp dari wordpress sendiri, editor-nya suka ngilang2. baru nongol bbrp hari yg lalu, ni ngilang lagi..
    hehe..
    Nez akan berusaha!!
    Banzai!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: