07
Jun
09

Melintas Batas: Danau Ranau

ki-ka: Agung, Acens, Arie, Syura, Nez, Ricky
ki-ka: Agung, Acens, Arie, Syura, Nez, Ricky

Danau Ranau, salah satu aset daerah yang membelah dua propinsi, Lampung dan Sumatera Selatan. Maka wajar saja bila kedua propinsi ini sama-sama ingin mengelola daerah wisata Danau Ranau. Bila dari SumSel dikelola oleh PT Pusri, dari Lampung kawasan wisata ini dikelola oleh PemKab Lampung Barat sebagai kawasan wisata Lumbok Resort.

ranau3Tujuan touring kali ini [31/03/09] kami ingin ke SumSel bagian selatan, dan perjalanan ini harus melewati Danau Ranau yang dikelola PT Pusri. Di Ranau, pengunjung bisa menginap di rumah gubug dengan pemandangan langsung ke arah Ranau. Disana dijual juga souvenir kerajinan tangan. “Loh, kok kaya yang di Malioboro –Jogja- ya?,” ternyata kata yang jual “Memang itu dari Malioboro, Yu’ [Ayu, sapaan untuk perempuan di SumSel]. Daripada beli disana kan jauh ,mending beli disini….” Wah belum tahu dia kalo “saya dari Jawa ibu, kalo ke Malioboro saja mah sudah pernah, hehe…” yang langsung di-“Ooo”-i sama si ibu.

Dermaga kecil yang terletak di tengah2 Ranau, bisa membawa pengunjung ke objek wisata lain, diantaranya Pemandian Air Panas, Pulau Marisa, kota Banding Agung, bahkan ke Lumbok Resort. Satu trip perjalanan dengan kapal motor berkapasitas sekitar 10 orang dibandrol Rp. 110.000,-. Sebenarnya kami sempat gentar melihat kapal motor di tengah2 Ranau –seperti- hampir tenggelam, tapi ketika diyakinkan pemilik kapal bahwa “ ini ada banyak drum-drum air terbuat dari plastik yang bisa mengapung, kalau2 tenggelam. Nanti bisa buat berenang balik kesini,” kami pun langsung antusias. Tapi ada yang salah, seharusnya kami butuh pelampung, bukan? Ah ngawur memang… Dengan mengucap bismillah kami pun berangkat ke pulau pemandian air panas. Sauh pun diangkat, kapal dilabuh. Di tengah jalan, iseng, Nes memanjat ke bagian atap kapal. Wah, indahnya, pandangan jadi leluasa. Lokasi pemandian air panas ternyata jauh dari harapan, kumuh dan tak terurus. Kami pun kehilangan selera untuk mandi, cuma basuh2 kaki saja di tepian dengan air panas ber-belerang itu.

ranau4

Sayangnya, kami tak bisa berlama-lama di Ranau, panas yang menyengat membuat kami harus bergegas. Kami yang touring langsung meneruskan perjalanan ke kota Banding Agung. Kota yang terlatak di Kab. Oku Selatan ini sekitar satu jam ditempuh dengan motor. Di kota kecil inilah kami mengisi perut, dan shalat.

makan

Sudah pukul tiga sore ketika kami usai memutar kota dan memutuskan untuk kembali. Beda dengan perjalan awal, kali ini kami mengambil rute memutar, melintasi kota2 kabupaten Oku, sebelum menembus Kab. Lampung Barat lagi. Perjalanan pulang ini hanya tergambar samar2 di ingatan Nes karena rupanya lelah dan belaian angin membuat Nes berkali2 ketiduran di jalan, hehe… Semoga kami selalu diberi Allah nikmat sehat; biar bisa jalan2, jajan2, jepret2 di kota2 eksotis lainnya, amin..

Di bawah pohon Talas ini, manusia cuma serupa liliput saja -di jalan menuju Banding Agung-

Di bawah pohon Talas ini, manusia cuma serupa liliput saja -di jalan menuju Banding Agung-


4 Responses to “Melintas Batas: Danau Ranau”


  1. June 10, 2009 at 1:59 pm

    waw, daun talasnya bisa dipake buat bungkus manusia! he3

  2. 2 nestina
    June 12, 2009 at 8:28 am

    iya, waw..
    blum pernah juga sih liat yang kaya begini selain di ‘titik’ itu..
    ~Nez

  3. 3 basri
    October 25, 2009 at 10:08 pm

    emang bgus danau ranau.buat liburan juga oke.

  4. 4 SUANDI
    October 29, 2009 at 9:50 am

    SEMOGA Pemerintah Daerah dapat mengelola aset alam yang ada di daerah masing-masing menjadi kunjungan setiap insan, yang tentunya selain indah dan alami juga harus diperhatikan keamanan dan keteriban, apa lagi di daerah wisata ranau sekarang sudah muncul tukang-tukang palak yang menyetop dan memungut mobil-mbil yang lewat (mobil luar daerah setempat), dengan terpaksa sopirpun mengulurkan recehan takut terjadi apa-apa,…….. Kalau orang tidak nyaman maka jangan harap orang akan kembali…!

    Suandi
    Palembang


Leave a Reply