Palembang!
Cerita bagaimana kami (Gerie dan saya) bisa terdampar Palembang (10/7), silakan baca tulisan Uje disini. Dan karena pepatah bilang “Pictures worth thousand words,” semoga foto-foto berikut bisa melengkapi cerita yang sudah tertulis. Selamat menikmati, peace, love dan gaul!
Usai kondangan dan solat, kami langsung bertolak ke Pulau Kemaro: sebuah pulau yang terlatak di tengah-tengan sungai Musi.
Nah, berikut ini adalah bagian yang paling Gerie dan saya sukai dari Palembang, kuliner! nyam nyam.. Sayangnya, kami belum sempat ngerasain ‘turunannya’ pempek yaitu burgo, tekwan, model, dan cilimpungan

kopi Toraja dengan penyajian Vietnam Drip (dripper) di kafe tempat ngumpulnya komunitas Bike-to-Work Palembang, rekomendasi Godwin.. Mantap!! banyak sepedanya, oey
Sesi foto nongkrong di hari Minggu yang cerah berikut ini ada di Kambang Iwak Besak
Kurang afdol rasanya belajar sejarah Palembang tanpa masuk museum. Sayangnya salah satu tempat bersejarah di Palembang, taman makam pahlawan Bukit Siguntang yang berhantu itu, luput dari kamera (hp) saya

Benteng Kuto Besak, yang dulunya adalah keraton Kasultanan Palembang, dibangun oleh etnis Tionghoa, selama 17 tahun
Baiklah, akhirnya.. terima kasih segala pihak sponsor (baca: Uje, Bantal, Godwin, Diar, mas Mamat) sehingga terlaksananya jalan2 yang walau cuman 3 (tiga) hari tapi berasa selamanya ini, hehe
Markipul, sampai berjumpalitan!!































trima kasih sudah diposting, nes, foto2nya.
palembang keren kan? ga seserem yang dibilang orang2.
Weeee, ke nikahannya Rahmat yaa…
uje: iya, keren. makanannya enak-enak. apa karena pas kesana banyakan gratis ya?! wkwk..
mb. leli: iya, nikahan mas mamat.