Palembang!

Cerita bagaimana kami (Gerie dan saya) bisa terdampar Palembang (10/7), silakan baca tulisan Uje disini. Dan karena pepatah bilang “Pictures worth thousand words,” semoga foto-foto berikut bisa melengkapi cerita yang sudah tertulis. Selamat menikmati, peace, love dan gaul!

Pernikahan adat Palembang, mas Mamat dan Fira, salah satu alasan kami ke Palembang

Plembang boi..

Uje dan Bantal

solat dulu di Masjid Agung Palembang

eh.. Brievenbus (kotak pos) jadul di depan masjid

 Usai kondangan dan solat, kami langsung bertolak ke Pulau Kemaro: sebuah pulau yang terlatak di tengah-tengan sungai Musi.

perjalanan menuju Pulau Kemaro

melewati pabrik pupuk Sriwijaya, on shore at Sungai Musi, lho!

padatnya lalu lintas Sungai Musi, Pertamina membuat pom bensin terapung untuk kapal

penampakan Pulau Kemaro

pagoda Pulau Kemaro

belajar sejarah Pulau Kemaro? eh itu Godwin, bukan tour guide, wkwk..

beringin unik yang dikelilingi pagar "indomaret" dan tiga orang yang terkagum-kagum olehnya

patung lambang kekayaan di Pulau Kemaro

 Nah, berikut ini adalah bagian yang paling Gerie dan saya sukai dari Palembang, kuliner! nyam nyam.. Sayangnya, kami belum sempat ngerasain ‘turunannya’ pempek yaitu burgo, tekwan, model, dan cilimpungan :(

tempoyak (sambal durian) ikan patin

pindang udang

kopi Toraja dengan penyajian Vietnam Drip (dripper) di kafe tempat ngumpulnya komunitas Bike-to-Work Palembang, rekomendasi Godwin.. Mantap!! banyak sepedanya, oey

Mie Celok: spaghetti carbonara a la Palembang

berbagai macam pempek Candy

Sesi foto nongkrong di hari Minggu yang cerah berikut ini ada di Kambang Iwak Besak :D

Kambang Iwak Besak: lokasi gaul, jogging, sepedaan dan makan2 wong kito galo

atraksi dari klub BMX Palembang di Kambang Iwak Besak

\

makan Soerabi Bandung kok di Palembang?!

soerabi durian + teh tarik + pisau bermerk Tramontina (terdengar familiar nih buat anak posko)

 Kurang afdol rasanya belajar sejarah Palembang tanpa masuk museum. Sayangnya salah satu tempat bersejarah di Palembang, taman makam pahlawan Bukit Siguntang yang berhantu itu, luput dari kamera (hp) saya :(

Sultan Mahmud Badaruddin bukan cuma dijadikan nama bandara, tapi juga museum

mendengar kisah peperangan di bantaran Sungai Musi dari si penjaga museum

diorama perang sungai Musi

Masjid Agung dalam diorama

Benteng Kuto Besak, yang dulunya adalah keraton Kasultanan Palembang, dibangun oleh etnis Tionghoa, selama 17 tahun

Gelora Sriwijaya, tempat akan digelarnya Sea Games ke-26 di Jakabaring

Jembatan lengkung

Baiklah, akhirnya.. terima kasih segala pihak sponsor (baca: Uje, Bantal, Godwin, Diar, mas Mamat) sehingga terlaksananya jalan2 yang walau cuman 3 (tiga) hari tapi berasa selamanya ini, hehe ;) :) :D

Markipul, sampai berjumpalitan!!

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Tags: , , , ,

3 Responses to “Palembang!”

  1. shavaat says :

    trima kasih sudah diposting, nes, foto2nya.
    palembang keren kan? ga seserem yang dibilang orang2. :D

  2. mamaray says :

    Weeee, ke nikahannya Rahmat yaa…

  3. nestina says :

    uje: iya, keren. makanannya enak-enak. apa karena pas kesana banyakan gratis ya?! wkwk..

    mb. leli: iya, nikahan mas mamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.