Argopuro 3.088 mdpl (23-27 Jan 2012)
Metrotvnews.com, Situbondo: Sebanyak 13 mahasiswa Insitut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) Probolinggo terjebak kedinginan saat mendaki Gunung Argopuro. Bahkan cuaca super dingin itu menewaskan seorang mahasiswa bernama Zainul Arifin.
“Kami sudah mengerahkan personel ke atas gunung bersama dengan tim SAR untuk mengevakuasi para mahasiswa itu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Situbondo, Ahad (5/2).
Ia menjelaskan ke-13 mahasiswa itu saat ini kondisinya menurun, sehingga sangat mengkhawatirkan. Sementara korban Zainul meninggal, Sabtu (4/2) kemarin. Saat ini mahasiswa itu masih berada di daerah Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Lokasi itu sekitar 20 kilometer dari kota Kecamatan Besuki, Situbondo.
Menurut dia, sebanyak 16 mahasiswa dari perguruan tinggi di Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, itu mendaki Gunung Argopuro pada 1 Februari lalu.
sumber: metrotvnews.com
Tak selalu, perjalanan mendaki dimotivasi oleh keinginan bersenang-senang. Kadang hanya oleh keinginan melarikan diri dari rutinitas, pencarian dunia utopis, bertemu teman lama, atau kerinduan untuk kembali pulang. Tak perlu alasan sama sekali kadang, tapi tak berarti kita mendaki tanpa rencana dan tanpa tujuan itu.
Argopuro itu sendiri adalah daya tarik. Gunung yang ada pura (argo = gunung, puro = pura) peninggalan Majapahit. Gunung dengan banyak sekali padang sabana, tempat kawanan merak bebas berkeliaran. Remah-remah salju menetes di pucuk-pucuk cemaranya. Salah satu gunung pulau Jawa bertipe kanopi yang hijau dan rapat. Gunung dengan Danau Taman Hidup yang luas dan indah. Gunung dengan berbagai batas hutan: sabana, hutan cemara, hutan damar, sungai besar. Gunung dengan tiga puncak berlainan tipografi: putih belerang Puncak Rengganis (2.920 mdpl), tanah berbatu triangulasi Puncak Argopuro (3.088 mdpl), dan reruntuhan bangunan Puncak Arca. Gunung yang berada di kawasan Pegunungan Yang Timur.
Segala keindahan itu rupanya hendak menafikan kesulitan yang kami dapat untuk meraihnya. Angin kencang, badai, hujan deras terus mengguyur kami hingga hingga hari ketiga. 90% pendakian ini kami kedinginan. Sementara beberapa kali kami mesti berlarian atau berhenti mendadak ketika mendengar suara pohon tumbang. Ya, dari ranting pohon yang rapuh, hingga pohon tua yang lebarnya lebih dari dua orang melingkarkan tangan tumbang disapu badai.
This slideshow requires JavaScript.
Pendakian Argopuro, 23-27 Januari 2012 kami (Gokong, Asig, Gerie, Ani, Faisal, Denis, Said, Agus dan saya) cuma berselang seminggu dari kejadian diatas. Berkaca dari situ dan juga melihat pendakian dari teman seperjalanan kami di Argopuro kemarin, kami agak miris. Bukan berarti kami lebih baik, hanya saya ingin sedikit berbagi. Berikut beberapa catatan yang mungkin berguna untuk mendaki Argopuro (atau gunung lainnya):
1.
Rencana! Rencana detail, bisa didapat di berbagai catper, bisa lebih dari satu. Misalnya Rencana A dan B, walaupun melihat kondisi di lapangan, rencana ini bisa berubah. Tapi mesti ada rencana. Pastikan semua anggota tahu detail lokasi, waktu, tanda medan jalur ini. Diskusikan dengan para polisi hutan di Posko Baderan. Termasuk keputusan untuk mencoba jalur baru, jalur cepat, dari puncak ke Cemara Lima. Jangan bilang: kami tak punya rencana, camp terserah lah nanti kalau ada tempat datar, tim kami berceceran, dsb..
2.
Lebihkan bekal. Idealnya H+3 perbekalan. Ini mencakup makanan, gas dan baju ganti. Baju basah, bukan cuaca dingin, yang membuat hipotermi. Tidak makan, meski tidak merasa lapar juga berbahaya. Langsung tidur setelah di tenda juga akan membuat badan kram ketika bangun. True story..
3.
Bawa kembali sampah. Membakar sampah itu beresiko membakar hutan. Jangan anggap remeh, contoh: pendakian Rinjani (2008), tim pendakian saya nyaris membakar hutan, untung dekat batas hutan yang bertanah, sehingga api yang bergerak cepat berdiameter hampir 1/2 km itu beberapa bagian padam sendiri. Tips dari Gerie, apa yang dibawa tas naik, sampahnya masuk ke tas tersebut.
Itu aja catatan di pendakian ini. Catatan perjalanan (Catper) yang disusun oleh Ani, bisa dibaca di bawah. Selamat mendaki Argopuro, kawan..
Jam |
Estimasi waktu |
Jalur |
Tanda medan |
|||||||
Hari Pertama (24 Jan 2012) |
||||||||||
07.20 – 09.30 |
2.5 jam |
Basecamp Baderan – Pos 1 |
Jalan makadam (berbatu), relatif landai tapi menanjak terus. Banyak percabangan tapi pilihlah jalur yang lebih besar. Pos 1 ada di jalan masuk ladang jagung penduduk. |
|||||||
09.30 – 12.00 |
2.5 jam |
Mata air 1 |
Ladang penduduk, lalu masuk hutan. Jalan tanah dan lebih menanjak |
|||||||
12.00 – 14.00 |
2 jam |
sebelum sabana 1 |
Jalur hutan, menanjak tajam. Licin bila hujan. |
|||||||
14.00 – 15.30 |
1.5 jam |
Sabana 1 |
Sabana 1, perhatikan sekeliling. Sabana-sabana Argopuro merupakan habitat merak. |
|||||||
15.30 – 16.30 |
1 jam |
Sabana 2 |
Jarak sabana 1, hutan, sabana 2 paling jauh dan paling menanjak. Jalur merupakan jalan air, yang bila hujan sangat licin. |
|||||||
16.30 – 18.00 |
1.5 jam |
Sabana 3, 4, 5 |
Banyak sabana setelah hutan, tapi yang dihitung adalah yang luas. Sabana kecil di dalam hutan termasuk hutan, bukan sabana. |
|||||||
18.00 |
Sabana 6 (camp Cikasur) |
Sabana 6 ada reruntuhan bangunan, jalanlah terus hingga menemukan sungai kecil. Ada selada air yang bisa dimasak sayur disitu. Termasuk sabana yang banyak merak-nya. Ada pondokan kecil dan reruntuhan bangunan yang lebih besar. |
||||||||
Total Hari 1 |
11 jam |
|||||||||
Hari Kedua (25 Jan 2012) |
||||||||||
09.30 – 12.30 |
3.5 jam |
Cikasur – Cisentor |
Cikasur ada di 97 hm (hektometer), sedangkan Cisentor ada di 140 hm. Rencana mundur lama (jam 7 dr Cikasur) karena cuaca buruk, sepanjang perjalanan juga cuaca buruk: angin kencang,hujan badai, kabut, pohon rubuh menutup jalur. Jalur Cikasur – Cisentor menanjak curam dan sabana, ketika di hutan, tantangan semakin banyak (merayap, menitip pohon, memanjat, dsb) |
|||||||
12.30 – 14.30 |
2 jam |
istirahat di Cisentor |
Setelah menyeberang sungai, ada pos untuk istirahat. Cuaca buruk, pohon tumbang. Kondisi drop. Masak air, minum, makan ringan, shalat. |
|||||||
14.30 – 16.30 |
2 jam |
Rawa Embek |
Dataran dengan sungai kecil di bawahnya. Ada plang kecil bertuliskan ‘Rawa Embek’. Kondisi drop, rencana camp di pertigaan puncak gagal, kami camp disini. Sangat dingin di malam hari. |
|||||||
Total Hari 2 |
7.5 jam |
|||||||||
Hari Ketiga (26 Jan 2012) |
||||||||||
10.00 – 11.30 |
1.5 jam |
Pertigaan Puncak |
Pertigaan ke kiri puncak Rengganis, ke kanan Puncak Argopuro |
|||||||
11.30 – 11.45 |
15 menit |
Puncak Rengganis |
Puncak Argopuro merupakan puncak belerang, kondisi medan mirip puncak Welirang |
|||||||
11.45 – 13.00 |
1 jam |
Puncak Argopuro |
Turun ke pertigaan, ambil barang, naik ke Argopuro, rest |
|||||||
13.00 – 13.15 |
15 menit |
Puncak Arca |
Dari depan puncak Argopuro ada jalan turun yang dari kejauhan terlihat puncak sisa reruntuhan bangunan. Ada (sisa) arca berbentuk petapa yang masih terlihat. |
|||||||
13.15 – 16.00 |
3.5 jam |
Cemara Lima |
Dari Puncak Arca ke Cemara Lima kami coba jalur shortcut yang masih baru. Tersesat dua kali karena jalur tiba2 putus. Jalan shortcut ini banyak percabangan, tidak disarankan bagi pemula. Jalur alternatif balik lagi ke Cisentor. Hutan cemara dengan ciri ada garis turunan sebagai batas hutan dengan liar dengan hutan cemara. Ada lahan datar untuk camp |
|||||||
16.00 – 16.45 |
45 menit |
istirahat |
Cuaca masih buruk. Istirahat minum, makan ringan, shalat. |
|||||||
16.45 – 19.00 |
3.75 jam |
Taman Hidup |
Selepas cemara Lima, ada hutan lebat yang menanjak relatif landai sampai Taman Hidup. Taman Hidup berupa danau yang luas dan indah. Habitat hewan liar, termasuk babi hutan, dan kadang kala kijang. Di batas hutan ada lahan datar untuk camp. Air terakhir ada di sungai 15 menit sebelum Taman Hidup |
|||||||
Total Hari 3 |
9 jam |
|||||||||
Hari Keempat (27 Jan 2012) |
||||||||||
09.10 – 11.30 |
2.5 jam |
Hutan Damar |
Jalur terus menurun dengan curam dan basah. Banyak percabangan, tapi pilih yg paling besar, atau ikuti panah putih di pohon. |
|||||||
11.30 – 13.00 |
1.5 jam |
Bremi |
Bis hanya ada 2x dr Bremi-Probolinggo, yaitu jam 10 dan jam 13 persis, jadi jangan sampai kelewatan. |
|||||||
Total Hari 4 |
4 jam |
|||||||||

wooow, kangeen baca yang kayak giniii.. hihi fotonya bagus2 kak.. siapa yang ambil kak?
ya neh, dah lama gak jalan saya, ghe..
ini sangat kurang foto2nya, soalnya cuaca buruk, pada malas keluarin kamera
hehe.. makasih ghea
ketemu meraknya ga, nes?
uje: tteeet.. next question!!